Posts

Rara

Halo! Hola! Bonjour! Mungkin ada yang sudah pernah baca blog aku? Mungkin ada juga yang belum. Sebelumnya, aku memang pernah menulis empat kali di blog ini dengan sub “rangkaian kata rara” . Awalnya cuman iseng aja sih hehe. Iseng memenuhi waktu kosong aja dan sekarang aku sedang mengerjakan Tugas Akhir! Woah, nggak pernah bisa terbayang sih udah bisa berdiri di sini. Let me introduce my self, karena selama nulis, aku ngga pernah memperkenalkan diri. Jadi, aku Rara, itu panggilannya. Bisa banyak sih panggilannya, ada yang panggil Citra, Rarong (sahabat), Radet, Rawra, Rwarwa, dan RR. Terserah mau panggil apa aja hehe. Kalau untuk nama lengkapnya, Rara Dwi Citra Lumban Tobing. Aku lahir di Makassar, jauh ya? wkwk sering banget jadinya di bilang orang Makassar karena lahir di kota itu, padahal ngga ya. Aku cuman numpang lahir di situ hehe. Aku dua bersaudara dan aku adalah anak bungsu. Aku punya abang 1 namanya Yehezkiel dan berjarak 5 tahun. Dia suka banget sama band-band metal. ...

Kita Kembali Asing

 Hai, apa kabar? Aku sudah jarang mendengar kabarmu Semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya Tidak, aku tidak rindu denganmu Aku hanya piluh Dan juga bingung tentunya Aku dan kamu terlihat asing Padahal dulu, kita saling menyayangi Tak hanya itu Kita juga saling melempar kehangatan dikala hujan Tak jarang juga kamu selalu mengatakan "aku kangen kamu" Namun "kita" tidak bisa menjadi "kita" seutuhnya Mendengar alasan klasik saat kamu berpamitan denganku, hal yang paling kubenci Katamu saat itu, kembali berteman akan lebih baik Nyatanya? Kita menjadi orang yang tak pernah mengenal satu sama lain Lucu ya? Sekarang kamu mempunyai kehidupan baru Begitu juga denganku disini Tidak rindu denganku, tuan? Tak usah dijawab jika ragu Atau takut dengan kekasih barumu Aku harap kamu selalu bahagia Juga tetap menjadi diri sendiri -RR, 2021

Kamu dan Imanku

Image
Sepenggal Kisah Sumber: iKatolik.com Sebelumnya sudah pernah ku katakan, kita memiliki dua Tuhan yang berbeda Eh, bukan! Tuhan kita sama tapi cara kita untuk memuliakannya yang berbeda Awalnya, aku tak mau terjatuh dipelukanmu Tapi mengapa lambat laun, aku merasa kamu orang paling menyenangkan di muka bumi ini? Kamu pakai mantra ya? Terlepas dari kisah yang pernah kita alami bersama Maafkan wanitamu ini, telah mengingkari janjinya Meninggalkanmu di tengah dinginnya kota Bukan karena aku tak menyayangimu Atau karena aku tak mengagumimu lagi Tapi, aku memilih untuk tetap mematuhi ajaran kepercayaanku Dan juga aku tak mau menjadi anak yang durhaka Begitu juga denganmu kan? Aku senang bertemu, mengenal bahkan sempat mengukir cerita bersamamu Denganku atau tanpaku Kamu harus menjadi manusia yang kuat Jangan terlalu sering pulang larut, ibumu mengkhawatirkanmu tuan Aku disini selalu mendoakanmu dari kejauhan Selamat tinggal kekasihku Sampai bertemu pad...

Bandung Kota Sejuta Cinta?

Image
Bandoeng Sumber foto: Pinterest Aku pernah membenci Bandung Benci sekali Sempat terucap, kakiku takkan menginjak kota itu Sayang, manusia selalu termakan omongan sendiri Kini aku memuja Bandung, layaknya aku selalu memujimu Sihir apa yang kau mainkan tuan? Caramu membuatku pulih kembali dari luka lama yang ku punya Sekarang aku percaya Bandung bukan hanya lautan api bukan pula semata-mata kota kembang Namun Bandung bagiku adalah kota sejuta cinta yang tak dapat ditemui di kota lain Terimakasih tuan karenamu aku mencintai semesta dengan baik dan aku menyanyangimu -RR, 2020

Puisi?

  Mentari Sinar Itulah julukanmu Sungai dan hutan pun tahu Bahwa mukamu dapat menyinari dunia   Meski hujan badai menghampirimu Tanah sembari berteman denganmu Tetapi kau kembali ceria, Setelah rintiknya hujan   Bagai bunga yang elok Kau tidak bersembunyi Dari cantiknya awan di langit   Ku berbaring tuk lihat sempurnamu Sambil menghirup udara melalui batang hidungku Oh mentari, Kau seperti temanku Sejuknya pagi pun begitu   Beribu cahaya kau beri Adalah tugasmu tuk kuatkan dunia Kau, harta berharga diberi Tuhan Agar ku pandang setiap hari   Buah-buahan bergantungan di pohon Terlihat manis nan indah warnanya Dengan santai ku lihat sepanjang hari   Sungguh lelah rasanya Di bawah pohon beralaskan tanah, Ku ratapi nasib alam dunia   Kau ciptaan-Nya yang dapat ku rasa Namun sayang, Suasana bumi tak mendukung Walau Tuhan telah memberikan segalanya Berat hati tuk menjaga   Hatiku sudah tentram Jika melihat bentukmu yang indah Saat pagi hari   K...